Jumat, 23 Januari 2015
Rabu, 21 Januari 2015
Selasa, 20 Januari 2015
Merbabu Yuhuu
bipbip tiba tiba ada invitean group di li*ne yang berjudul "Merbabu yuhu"
"klik" dan gue pun telah menjadi salah satu member dalam group tersebut.
Gak banyak dan emang sedikit banget yang jadi anggota di group tersebut,
group yang terbentuk akibat dari ekosistem anak muda di salah satu gereja katolik di pinggiran jakarta itu pun terdiri dari :
1. Satrio Hadi yang merupakan ketua dari perkumpulan Komunitas Penjelajah Alam Paroki St. Matias.
2. Matheus Aditya Nugroho yang merupakan salah satu Guru Agama Katolik di salah satu sekolah swasta ternama di Jakarta.
3. Maria Josepha (gue sendiri) yang merupakan cewe satu-satu nya yg akan mengikuti petualangan ini.
4. Mas Kelik yang merupakan teman dari anggota di no. 2 tersebut.
yaps itulah geng pendakian, orang-orang terdeket gue selama perjalanan, seperjuangan, pokoknya orang orang yang bakal bersama sama selama pendakian Merbabu ini.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jujur gue bingung mau nulis dari mana, otak gue kesana kesini puter balik depan belakang buat flash back tentang pendakian kali ini.
Kalo ditanya kenapa sih mau ikutan daki gunung kan cewe sendiri?
*pertama*
gue ketagihan naik gunung, naik gunung itu kata orang kaya pake narkoba, sekali lo nyoba itu nagih banget, dan it's really trueeeee. GUE KETAGIHAN !!
Sebelumnya gue udah pernah naik papandayan. iya emang itu pendakian buat pemula, dan merbabu big no banget yaa buat pemulaa, aku aja sampe mau tumbang di awal awal naik merbabu huff.
*ke dua*
Sayang udah beli tiket kereta dari jauhjauh hari, kalo dibatalin kan rugi hihihihi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kira kira jam setengah 5 pagi gue dijemput dirumah gue sama geng pendaki dan satu orang omk (ka abra) yang bertugas nganterin kita ke stasiun senen. Perjalanan ke senen lancar banget karena masih subuh dan itu hari libur, gak ada sejam kita udah sampe di stasiun senen.
Gue bener bener excited! ini perjalan pertama gue jauh jauh naik kereta dan ga sama keluarga, ga sama temen deket, dan ga sama perempuan wkwk
Jam 6 lewat 10 kereta perlahan berjalan meninggalkan stasiun senen.
kami berempat duduk berhadapan, kursi yang susungguhnya diperuntukan untuk 6 orang, tapi faktanya hanya kami berempat yang mendudukinya dengan leluasa, ini dikarenakan memang kami sudah memesan tiket untuk 6 orang, tetapi apa daya, 2 teman kami yang harusnya ikut bersama kami sedang berhalangan, awalnya kami sedih karena tim pendakian berkurang, tetapi untuk saat ini kami bahagia karena kami bisa duduk leluasa dengan berselojoran kaki B-) (i'm sorry gengs)
awalnya gw kira di kereta adalah ajang tidur gue dan ternyata salah,
di kereta kita smua banyak bertukar cerita, dari konyol sampe serius.
dari bener bener cuma sekedar temen sampe lumayan ngenal ssatu sama lain
sekitar jam 3 sore kita sampe di stasiun poncol, semarang.
dari stasiun poncol kita jalan kaki kira kira 30 menit lebih ke arah katedral semarang.
*stasiun poncol,semarang*
ujan rintik ga bikin kita berhenti, smua terdiam terlarut dalam ketenangan kota semarang yang dibumbui hujan rintik, sekejap gw pun jatuh cinta sama kota ini :") serius, dua rius, suatu hari gw harus punya rumah di daerah semarang.
sampai di depan katedral, ada sebuah bus yang lagi ngetem nungguin penumpang, setelah Adit mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa jawa, kami berempat pun lansung cus masuk ke dalam bus tersebut.
Kira kira satu jam perjalan, kami pindah ke angkot menuju terminal *@#$%*$)# (lupa) :(
sampai diterminal tak terasa langit sudah bertukar muka, si terang sudah bertukar tempat dengan si remang remang, di tambah bumbu rintik hujan yang semakin deras membuat penghuni perut kami berdemo meminta jatah untuk dikenyangkan, kami pun memutuskan untuk mampir ke tempat soto yang paling enak se-terminal (kata adit,yg udh 8 kali nanjak merbabu, dan pasti selalu makan soto ini sebelum nanjak)
Tak lama kami memanjakan perut kami, Pak Tono yang merupakan kenalan Adit datang menjemput kami dengan mobil bak sapi nya :3 kira-kira 3/4 perjalanan kami di berhentikan oleh sebuah mobil yang terjebak, orang desa sekitar sudah berkerumunan untuk membantu mobil ini, kami pun turun dari mobil dan para lelaki membantu, gw sih cuma mendokumentasikan saja hihi, yang paling seru saat mereka semua berhasil membuat mobil ini kembali ke posisi yang sesuai, gelak tawa dan senyum kepuasan terlihat diwajah mereka semua.
Kami melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya kami sampai di basecamp untuk mendaftarkan diri kami kalau kami ingin mendaki selama 3 hari. Setelah pendaftaran, kami menginap di rumah Pak Tono.
Keluarga Pak Tono super duper baik, semua disediain, bak kami adalah tamu spesial mereka.
Rencana pendakian adalah sebagai berikut :
27 malam nginep di rumah Pak Tono.
28 subuh Nanjak Merbabu
28 siang sampai di Pemancar, bikin tenda, nginep
29 pagi nanjak ke Puncak
29 siang turun
29 malam balik ke Jakarta
Gak disangka semua keluar dari renaca yang sudah kami rencanakan, alam sedang tidak bersahabat, seakan kami tidak diperbolehkan melihat keelokannya.
Selama perjalanan tak bosan hujan rintik mengiri kami seakan mengajak bersahabat :(
kabut menutup semua keindangan yang bisa kami pandang dari ketinggian merbabu.
sesekali gw kesel tapi semua tertutup dengan kekonyolan teman sependakian,
Setelah nanjak lebih dari 8 jam kami sampai di tempat yang namanya pemancaaaar.
GOOOOOSSSSSSSH indahnya juara banget, gw ada di atas awan, gak bisa diungkapkan dengan kata kata.
*pemancar merbabu*
Sampai di pemancar kami membuat tenda, gak lama tenda kami jadi, hujan semakin deras, thank God karena tenda udah jadi sebelum hujan semakin deras, kami berharap hujan segera berhenti dan membiarkan kami bisa memanjakan mata untuk bisa melihat keindahan Merbabu, tapi semua ga bisa terwujud, hujan semakin deras sampai pagi, kami terjebak di dalam tenda :")
*terjebak dalam tenda*
Gue gak bisa tidur karena tenda banjir :( gw cuma bisa duduk berusaha angetin tubuh gw dengan membalur semua badan gw sama baju baju juga jas ujan haha.
Udara pagi meneriaki kami untuk segere keluar dan melihat keindahan sekeliling gunung, beruntungnya kami bisa melihat keindahan gunung merbabu walau hanya sebentar, karena hujan kembali datang :(
*pagi merbabu*
Kami pun memutuskan untuk tidak naik ke Puncak melainkan turun ke bawah karena cuaca semakin tak bersahabat, sekitar jam 9 pagi kami sudah membereskan semua perlengkapan kami dan siap untuk turun bersama hujan angin, sumpah itu seru banget, gue berasa ikutan benteng takesi, walaupun gue jatoh jatoh pas turun, tgapi jatohnya bahagiaa karena itu ter-adventure banget, gue gak akan lupa gimana gue jatoh, gimana gue perosotan di tanah buat turun, gimana tuh lumpur2 bersatu sama badan gue, aah pokoknya seru banget!!
gw gak nyesel sama sekali hahaha.
Setelah turun sampe ke rumah Pak Tono, gw memutuskan untuk balik ke Jakarta sendirian, sebenernya kita semua udh mesen tiket bus untuk pulang esok harinya, karena berdasarkan rencana awal kita baru balik besok, tapi karena cuaca dan kami turun lebih awal, jadi gue putusin untuk bisa pulang ke Jakarta lebih awal, walaupun mereka udah bawelin gue karena gue cewe ngeri balik sendirian. ya tapi apa daya mereka ga bisa nemenin gue balik hari itu karena yg td gue bilang kita udh beli tiket buat besok, sayang kalo tiket angus dan gue maksa pulang hari itu karena besoknya gue ga mau bolos kerja, bukannya keras kepala, tapi demi kantor.
Yaudah deh gue pisah sama temen2 gue dan pulang sendirian ke Jakarta :3
Strong woman kan?
-mariajosepha
Langganan:
Postingan (Atom)








