fotonya masih sama, terpampang besar di bingkai yang klasik, foto yang dicetak paling besar serumah itu sudah terpajang kirakira tujuh tahun sesudah sepeninggalannya.
sosok nya yang agak sangar dengan alis tebal dan tidak menyumbang senyum dibibir sedikitpun tidak membuat aku berhenti untuk menyayanginya, bahkan sesudah kepergiannya, aku semakin sayang padanya.
entah apa maksud Tuhan yang hanya memberi waktu singkat untuk kami bersama, untuk saling menjaga dan saling mengisi.
15 tahun adalah waktu yang sangat singkat untukku.
5 hari sebelum umurku beranjak ke 15 dia pergi untuk selamanya, iyaa.... selamanya.
pergi dan tak pernah kembali, untuk selamanya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar